← Kembali ke Peraturan Pajak Peraturan Pajak

PMK-44-Tahun-2026

📅 Dipublikasikan: 25/08/2026 10:33 WIB
👁️ Dibaca: 6 kali | 💬 Dikomentari: 0 kali
Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Tertentu adalah suatu proses pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak yang berkaitan dengan 1 (satu) jenis pajak, untuk 1 (satu) tahun pajak atau 1 (satu) bagian tahun pajak atau 1 (satu)/beberapa masa pajak, kecuali pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiban perpajakan tersebut dilakukan untuk beberapa jenis pajak sebagai satu kesatuan.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;11.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;BAB II<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;PIHAK YANG DAPAT DITUNJUK DAN PERSYARATAN<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;KOMPETENSI SEBAGAI KUASA<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pasal 2<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(1)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Wajib Pajak dapat menunjuk seorang kuasa dengan Surat Kuasa Khusus untuk menjalankan hak dan/atau memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(2)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pihak yang dapat ditunjuk menjadi seorang kuasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Konsultan Pajak;<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pihak Lain; dan<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;c.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Keluarga<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(3)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Terhadap penunjukan seorang kuasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Wajib Pajak tetap bertanggung jawab atas pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiban perpajakan yang dikuasakannya.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pasal 3<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(1)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Seorang kuasa yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) harus mempunyai kompetensi tertentu dalam aspek perpajakan, kecuali Keluarga.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(2)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Kompetensi tertentu dalam aspek perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa pemahaman terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan yang berlaku.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(3)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Konsultan Pajak yang bertindak sebagai seorang kuasa dianggap memiliki kompetensi tertentu dalam aspek perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) apabila memiliki Izin Konsultan Pajak.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(4)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pihak Lain yang bertindak sebagai seorang kuasa dianggap memiliki kompetensi tertentu dalam aspek perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) apabila memiliki Surat Keterangan Terdaftar.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;(5)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Tata cara memperoleh:<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Izin Konsultan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (3); dan<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Surat Keterangan Terdaftar sebagaimana dimaksud pada ayat (4),<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri yang mengatur mengenai konsultan pajak dan pihak lain
Halaman:
Komentar & Balasan (0)
Login untuk Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!